News

Masyarakat Perlu Ruang Publik Untuk Bicara Politik

Jakarta - Ruang publik sangat penting bagi penyadaran politik masyarakat pada era Orde Baru (Orba). Di era tersebut, gerakan perempuan tidak ekslusif menjadi gerakan sendiri dalam massa Presiden Soeharto.

 

Hal itu disampaikan Aktivis Perempuan 98, Ita Nadia, dalam diskusi "Rembug-Gagasan: Merancang Arah Baru Demokrasi Kita", di Jakarta, Selasa (21/5).

"Gerakan perempuan menjadi bagian dari gerakan buruh, petani, masyarakat miskin, dan kota untuk menghidupkan kembali ruang-ruang publik dengan tujuan menyadarkan masyarakat bahwa mereka tertindas secara politik,” kata Ita.

 

Pada 1996 saat krisis ekonomi mulai memuncak, para aktivis 98 pernah mengundang Sri Mulyani Indrawati (SMI). Kehadiran SMI menjelaskan krisis ekonomi yang menghantam kehidupan rumah tangga. "Diskusi publik ini semakin digemari masyarakat. Bahkan gerakan warga di ruang publik ini menjadi gerakan politik hingga terjadi gerakan Reformasi 98," ujarnya.

 

Akan tetapi, gerakan publik saat ini sudah kehilangan gaungnya. Bahkan, gerakan publik menjadi kurang jelas tujuannya. "Saat ini perlu dirancang arah baru demokrasi. Untuk merancang arah baru demokrasi, perlu berkonsultasi dengan rakyat," ucapnya.

 

Dia mengatakan, cara paling sederhana untuk kembali meluruskan demokrasi yang transaksional saat ini adalah dengan membangun gerakan kebudayaan menjadi gerakan politik.

 

Kawula muda perlu disadarkan secara politik melalui pertunjukkan ketoprak yang bisa memberikan informasi keadaan politik yang sangat menyedihkan saat ini.

Penulis: C-6/AF

 

Sumber:Suara Pembaruan

 

Sumber: http://www.beritasatu.com/politik/115043-masyarakat-perlu-ruang-publik-untuk-bicara-politik.html

Leave your comments

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
Your text should be less than 300 characters
terms and condition.
  • No comments found