News

Survei: Publik masih Percaya Sistem Demokrasi

Kendati banyaknya kasus korupsi dan buruknya penegakan hukum, mayoritas publik dinilai masih percaya akan sistem demokrasi.

 

Hal itu terungkap dalam hasil survei yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengenai Dukungan Publik terhadap Demokrasi di Indonesia.

 

Menurut survei, sebanyak 70% responden menilai bahwa demokrasi adalah sistem politik yang baik. Sebanyak 79% responden pun cenderung setuju bahwa demokrasi lebih baik dari sistem politik manapun.

 

Bahkan, lebih dari setengah responden atau 55% juga menganggap sistem politik demokrasi cocok untuk Indonesia dan 72% responden merasa cukup puas, puas, dan sangat puas dengan sistem politik demokrasi yang diterapkan di Indonesia.

 

"Modal sosial dan kepercayaan publik semakin melemah, korupsi masih merajalela, buruknya penegakan hukum, tapi rakyat Indonesia masih percaya terhadap demokrasi. Ini menunjukkan optimisme dan juga harapan," kata peneliti dari Rajawali Foundation, Nico Harjanto, dalam diskusi yang berlangsung di Gedung LIPI, Jakarta, Kamis (11/10).

Ia menambahkan, defisit kinerja demokrasi juga telah membuat kesenjangan sosial-ekonomi yang semakin melebar. Namun ternyata masyarakat masih memercayai demokrasi.

 

Menurutnya, demokrasi merupakan proses formal yang pelaksanaanya dilakukan oleh pemerintah. Walau dalam kebebasan publik, katanya, sering kali negara absen.

Ia mencontohkan Indonesia yang hampir masuk kategori Indeks Negara Gagal dari Fund for Peace karena memburuknya perlindungan minoritas dan perlindungan hak asasi manusia (HAM).

"Negara tidak terlihat keberadaanya dalam persoalan kaum minoritas seperti Syiah, Ahmadiyah, dan GKI Yasmin. Kebebasan sipil merupakan variabel penting di dalam demokrasi," kata Nico.

Meskipun demikian, ketua tim peneliti Wawan Ichwanuddin mengatakan ada cukup banyak responden yang cenderung setuju ada pernyataan negatif di dalam demokrasi.

"Sebanyak 53,3% responden menyatakan minoritas cenderung dirugikan dalam demokrasi," ujarnya.

 

Namun, meskipun banyak terjadi konflik dalam kebebasan beragama terkait kaum minoritas, kinerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono dalam melindungi kebebasan beragama dianggap baik.

Menurut Wawan, hasil survei menunjukkan kinerja pemerintah dalam melindungi beberapa kebebasan warga negara dinilai relatif baik.

"Di tengah meningkatnya berbagai kasus konflik yang terkait dengan persoalan agama/kepercayaan dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari 67% responden menilai kinerja pemerintah dalam melindungi kebebasan beragama baik atau sangat baik," katanya.


Penulis: Arientha Primanita/ Kristantyo Wisnubroto

 

Sumber: http://www.beritasatu.com/nasional/77092-survei-publik-masih-percaya-sistem-demokrasi.html

Leave your comments

0 Character restriction
Your text should be more than 10 characters
Your text should be less than 300 characters
terms and condition.
  • No comments found